Jumat, 21 Januari 2011

Gerobak Muhammad Bouaziz.... Simbol Revolusi Tunisia.




Seorang pengusaha Kuwait menawarkan diri untuk membeli gerobak milik pemuda Tunisia terkenal Muhammad Bouazizi, yang membakar dirinya sendiri sebagai protes dari tindakan represi pemerintah dan memicu percikan revolusi yang menggulingkan presiden Ben Ali.Penguasaha Kuwait itu menawarkan untuk membayar 10 Ribu dolar untuk gerobak buah-buahan dan sayuran yang dipakai Bouazizi untuk berjualan mencari nafkah dan grobak itu disita oleh otoritas keamanan dengan alasan ia tidak memiliki izin berjualan, sehingga mendorongnya untuk bunuh diri dengan membakar diri, surat kabar Kuwait al-Ray melaporkan Rabu lalu. Melalui media, pengusaha Kuwait ingin permintaannya diketahui oleh anggota keluarga Bouazizi, yang tinggal di pusat Gubernuran Sidi Bouzid. Dia mengatakan bahwa dia akan membeli gerobak itu dengan segera, jika pihak keluarga menyetujui. "Gerobak ini mengubah perjalanan sejarah," katanya kepada media. "Gerobak ini telah menjadi simbol dari revolusi Tunisia." Pengusaha itu menambahkan bahwa ia akan menghubungi pihak berwenang Tunisia dan meminta mereka untuk mengalokasikan tempat di pusat ibu kota Tunisia untuk gerobak ini. "Harusnya kita menciptakan sebuah tugu peringatan untuk Bouazizi dan saya akan membayar semua biaya yang diperlukan," pungkasnya. 

Kamis, 20 Januari 2011

Puisi Rendra Terakhir di RS

Puisi Terakhir Rendra yang dituliskannya di atas ranjang Rumah Sakit

rendra4Seringkali aku berkata,
Ketika semua orang memuji milikku
Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya:
Mengapa Dia menitipkan padaku ?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku
Aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas, dan
kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:
Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku
Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah.
“Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”

Rabu, 19 Januari 2011

Niat dan Perbuatan

Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. Maka berniatlah dalam melakukan sesuatu hal dengan baik, jika ingin melihat hasilnya sesuai harapan.



Senin, 17 Januari 2011

Bagaimana Menjadikan Anak Semangat Belajar ....

Berusahalah untuk tersenyum, Sungguh senyum itu membawa berkah. Senyum juga mendatangkan kelembutan dan sikap ramah kepada manusia. Jiwa kan tenang. Hati menjadi tentram. Jika kita memiliki sikap itu maka dapat membuat hati yang keras menjadi lunak, manarik simpati, membawa kebaikan serta membuat nyaman anak yang berada di dekat kita. sudahkah kita mengevaluasi diri, apa yang menyebabkan istri kita temperamental dalam mendidik anak kita? Apakah kita sudah cukup untuk membantunya dari kelelahannya menjalankan kewajibannya sebagai istri dan mendidik anak kita? Apakah kita telah mencontohkan kepadanya bahwa kesabaran dan kelemahlembutan dalam mendidik anak lebih menentramkan. Lebih sedikit energi dan lebih nyaman untuk anak kita. Kewajiban kita adalah membimbing istri agar ia mampu menjalankan perannya sebagai istri sholihah yang tak hanya menyenangkan suami tetapi juga tempat kembali yang menenangkan bagi anak-anak. Tentu saja ini membutuhkan peran aktif seorang ayah dalam membimbing anak belajar dan tak hanya menyerahkannya kepada istri. Karena contoh perbuatan jauh lebih efektif disbanding kata-kata yang berisi perintah.